5+ Contoh Cerpen Pendidikan Singkat yang Penuh Pesan Moral

0

Contoh Cerpen Pendidikan – Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah karangan singkat yang biasanya dibuat untuk menghibur pembaca. Cerpen termasuk ke dalam salah satu karya sastra yang paling banyak disukai dari semua kalangan.

Terkadang ada orang yang membuat cerita bukan bermaksud untuk menghibur melainkan agar mendapat pesan moral. Hal ini sebagaimana cerpen pendidikan.

Cerpen tentang pendidikan sangat berguna untuk membantu anak dalam memahami sekitar. Selain itu karya sastra ini juga bisa dijadikan sebagai sumber pembelajaran di sekolah.

Biasanya di dalam cerpen berisi tentang tokoh dan karakter yang sangat melekat dengan kehidupan peserta didik. Hal ini juga bisa dijadikan gambaran bagaimana seharusnya menjadi peserta didik yang baik dan patuh terhadap guru.

 

Cerpen Pendidikan

 

Cerpen Pendidikan : Mengajarkan Tentang Bersikap Rendah Hati

 

Ada seorang anak bernama Fitri, dia merupakan murid kelas 6 SD yang sangat pintar dan baik hati.Di sekolah sangat banyak teman yang menyukainya karena sikapnya tersebut. Tidak jarang, semua ingin berteman dengan Fitri. Ada lagi anak perempuan bernama Ita, ia berbanding terbalik dengan Fitri. Ia pintar namun sangat sombong. Temannya hanya dua yaitu Lisa dan Lily, gadis kembar di sekolahnya.

Suatu hari, Ibu guru mengumumkan bahwa akan ada perlombaan membaca pidato dua minggu lagi. Bu Yati selaku wali kelas 6 membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin ikut seleksi. Fitri dan Ita jelas ikut berpartisipasi. Setiap hari mereka selalu latihan membaca pidato agar lolos seleksi. Sampai hari penyeleksian tiba, keduanya memberikan tampilan yang memukau lalu dinyatakan lolos.

Saat hari perlombaan tiba, Ita terus saja membanggakan dirinya, menyatakan bahwa pasti ia akan juara. Sebab sebelumnya dia juga pernah menjadi juara waktu kelas 5 SD di lomba pidato. Berbeda dengan Fitri, ia tidak henti-hentinya berdo’a dan berlatih, mencoba menghafal kembali tesk pidato. Ita pun dipanggil lebih dulu, sang juara kelas 5 SD kini mendadak lupa teks pidato yang sudah dihafalnya.

Setelah itu, Fitri maju dan memberikan penampilan yang sangat bagus. Semua juri kagum termasuk Bu Yati yang saat itu datang untuk menemani mereka lomba. Pengumuman pun tiba, Fitri keluar menjadi juara 1 sedangkan Ita harus menahan air matanya karena dia tidak menang sama sekali. Cerpen pendidikan ini mengajarkan kita bahwa harus menjadi orang yang rendah hati dan jangan sombong.

Cerpen Pendidikan : Mempunyai Rasa Percaya Diri Itu Penting

Peserta didik harus dilatih memiliki rasa percaya diri sejak dini. Salah satu cara untuk pengenalan tentang rasa percaya diri bisa melalui cerita.

Berkiatan dengan itu, dalam cerita kali ini ada dua anak kembar bernama Dina dan Dini. Dina adalah gadis pintar, enerjik dan penuh keyakina. Ia selalu mau mencoba segala kesempatan yang ada di depan mata seperti misalnya ikut lomba menyanyi antar kelas. Saat itu tidak ada yang mendaftar dari kelasnya.

Lomba 17 Agustus tinggal 1 minggu lagi, namun dari kelas si kembar masih belum ada perwakilan. Bu Wati sampai marah karena tidak ada satupun yang mau berpartisipasi dalam lomba menyanyi.

Semuanya mengatakan malu dan suaranya jelek, takut diketawain dan alasan lain yang serupa. Namun tidak dengan Dina. Akhirnya dia menjadi perwakilan lomba menyanyi antar kelas.

Kebetulan lomba yang Dina ikuti yakni membaca puisi berbeda hari dengan menyanyi. Semua teman kelas memberi tepuk tangan atas keberanian Dina. Ia memang gadis yang percaya diri dan selalu ingin mencoba hal baru. Dini yang mengetahui saudara kembaranya sangat percaya diri menjadi malu dan merasa kecil. Pasalnya ia tidak pernah memiliki rasa percaya diri itu. Ia merasa bodoh dalam segala hal.

Hari perlombaan pun tiba, giliran Dina yang akan tampil. Di panggung ia tampak gugup sekali, namun karena banyaknya dorongan dari teman sekelas, ia bisa bernyanyi dengan sangat baik tanpa ada lirik yang lupa seperti anak kelas sebelah. Ternyata jika menjadi percaya diri, banyak orang yang akan suka dan mendukung. Dini mulai paham akan hal itu, ia akan belajar banyak dari saudari kembarnya, Dina.

Cerpen Pendidikan : Kejujuran Itu Nomor Satu

Cerpen pendidikan selanjutnya yang bisa memberikan contoh kepada peserta didik adalah mengenai pentingnya berbicara jujur. Kisah ini dimulai ketika seorang anak laki-laki bernama Bagas sedang berjalan dengan kedua temannya, Tio dan Soni. Mereka pun berhenti di warung Mpok Ijah, berniat untuk membeli gorengan karena lapar setelah bermain layangan di lapangan sepak bola.

Ketika itu, Tio melihat anak laki-laki sedang berdiri di samping warung Mpok Ijah. Gerak geriknya sangatlah mencurigakan, ia pun memberitahukannya kepada Bagas dan Soni. “Eh kau lihat anak itu? Sedang apa ya disana?” Tanya Tio kepada kedua temannya. “Jangan-jangan mau maling di warung Mpok Ijah.” Tuduh Soni. Bagas pun menegur Soni, katanya jangan berbicara yang tidak-tidak tanpa bukti.

Mereka pun menghampiri warung Mpok Ijah. Ternyata laki-laki itu sedang bermain petak umpet. Ketika hampir ketahuan, ia pun berlari dan tidak sengaja menabrak rak piring basah di depan warung. Piring pun menjadi pecah dan Mpok Ijah kaget melihat itu.” Siapa yang mecahin piring?” Tidak ada yang berani mengaku sebab wajah Mpok Ijah sangat seram. Bagas pun akhirnya mengatakan siapa pelakunya.

Sang pelaku tidak mau mengaku dan menyalahkan Bagas karena dia telah menabraknya. Soni dan Tio lalu membela Bagas dan tiba-tiba salah seorang pembeli juga mengatakan bahwa bukan Bagas pelakunya. Melihat hal itu, ia pun mengaku salah dan meminta maaf karena telah berbohong. Ternyata cerpen pendidikan yang satu ini mengajarkan tentang bahwa kejujuran akan selalu menang.

Cerpen Pendidikan : Janganlah Menjadi Anak Nakal

 

Curang adalah hal yang akan sangat merugikan siapapun. Curang hanya dilakukan oleh orang yang tidak pernah belajar.

Berbicara tentang curang, kisahnya bisa disimak dalam cerita yang berawal dari seorang anak laki-laki bernama Anto, ia adalah murid paling bandel dan suka mencari masalah di sekolah. Hampir semua guru tidak sanggup lagi untuk memarahinya. Segala jenis hukuman telah diberikan dan Anto tetaplah tidak berubah sama sekali.

Seperti pagi ini, sebenarnya ada jadwal upacara bendera karena sekarang Hari Senin. Namun Anto yang bandel datang terlambat lagi dan pastinya kena hukuman oleh Pak Kumis, guru paling galak di sekolah. Anto pun diminta untuk berdiri di sisi lapangan sampai upacara selesai. Setelah itu, ia harus membersihkan toilet siswa laki-laki dan perempuan. Pak Kumis sebenarnya lelah menghukum murid itu.

- Advertisement -

Anto menjalani hukuman dengan rasa biasa saja. Ia tidak ada perasaan malu atau bersalah sama sekali. Hal itu terus berlanjut sampai di kemudian hari, Anto menjaili anak perempuan sampai menangis. Gara-gara itu, Anto jadi dibenci oleh satu kelas. Tidak ada yang mau berteman dengan anak nakal seperti Anto lagi, bahkan sahabatnya, Indra.

Lama kelamaan Anto akhirnya sadar bahwa semua perbuatan yang telah dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Ia jadi tidak punya teman karena sikapnya yang nakal dan pembuat onar di sekolah. Cerpen pendidikan ini mengajarkan agar tidak berbuat jahat kepada orang lain karena hanya akan merugikan diri sendiri saja.

Cerpen Tentang Pendidikan Karakter Baik dan Buruk

 

Cerita ini menggambarkan tentang cerita anak yang baik karena mengingatkan temannya untuk belajar sungguh-sungguh dalam menghadapi ujian. Dan selain itu ada juga perilaku buruk yang selalu mengharapkan bantuan orang lain ketika ujian

Jangan Berlaku Curang

Ujian adalah hal yang paling menakutkan bagi anak-anak di sekolah. Padahal ujian kan merupakan tahap pengujian apakah kita telah memahami dengan benar materi yang diajarkan. Maka salah kalau kita mengartikan ujian itu adalah hal yang menakutkan Nanda bicara dengan Fitri sambil makan kuaci kesukaan mereka berdua.

Iya kamu sih enak karena kamu pintar dan cepat mengerti. Sedangkan Saya kan kamu tahu bagaimana Saya? Kamu juga pintar kok.. jawab Nanda. Sudah deh jangan ditakutkan percaya dengan ketentuan yang diatas dan terus berupaya dan rajin belajar.

Sumpah Saya takut banget…!

Sudah tidak apa-apa, ayok kita pulang keburu hujan seperti semalam Saya demam gara-gara kita kehujanan kemarin, kamu sih main melulu. Iya maaf! Jawab Fitri.

Pagi itu kami dikumpulkan di halaman sekolah untuk mendengarkan arahan dari kepala sekolah.

Anak semua selesaikan ujian akhirmu esok hari dengan penuh kesungguhan. Ingat ujian ini akan menentukan apakah selama ini kalian telah sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu atau tidak.selamat menempuh ujian jangan sampai terlambat datang sekolah. Diakhiri dengan doa bersama.

Semua murid terlihat serius mengerjakan soal dan terlihat pengawasan sibuk mendampingi peserta yang sedang melangsungkan ujian akhir nasional. Semua Saya pasrahkan apapun yang terjadi akhirnya nanti Saya siap menerima. akan Saya ingat pesan orang tuaku tadi pagi. Dan akhirnya Saya lulus juga temanku si Fitri.

 

Itulah dari beberapa contoh cerpen pendidikan yang mudah untuk dipahami dan dibaca, Bagi adik sekalian yang suka membaca cerpen jangan lupa untuk mengajak teman-teman yang lain untuk membaca juga.

Mudah-mudah dengan membaca cerpen ini adik-adik sekalikan bisa menjadi manusia dengan karakter yang baik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.